M. DAYAKMANIA

Heriyanto PemangkuHERIYANTO PEMANGKU

Heriyanto dilahirkan di desa Besiq, kecematan Damai, Kalimantan Timur. Heriyanto adalah mahasiswa jurusan mayor piano jurusan musik komposisi di Institut Seni Indonesia (ISI ) Yogyakarta. Profesinya adalah music arranger dan song writer. Tujuannya dalam menciptakan album “Rijok Kenangan” adalah merevitalisasi lagu-lagu Rijok melalui reaktualisasi tembang kenangan Dayak lama yang dikemas dalam musik populer masa kini. Untuk mewujudkan visi itu ia mengajak beberapa kawannya untuk bersama-sama berkarya sampai terwujud album “Rijok Kenangan” tersebut. Heriyanto menjadi contoh bagaimana seorang muda yang gigih berkarya untuk melestarikan kebudayaan asli Dayak. Kiranya generasi muda mencontohnya untuk lebih banyak berkarya bagi kemajuan budaya-budaya asli khas Indonesia.

AMI dan ORVA

Ami dan Orva adalah gadis-gadis Dayak asli. Sekarang Ami tinggal sementara di Yogyakarta untuk menuntut ilmu. Mereka berdua mempunyai hati untuk Dayak. Mereka pun berjuang dengan gigih untuk mensukseskan acara launching Album “Rijok Kenangan” di Sendawar, Kalimantar Timur. Di tengah kesibukan studi, mereka memberi waktu untuk pekerjaan ini tanpa pamrih. Ami mengambil peran penting sebagai ketua penyelenggara event launching tersebut. Sedangkan Orva memegang posisi kunci sebagai bendahara. Tanpa peran mereka berdua, acara tersebut takkan berhasil.

WIDYASTUTI

Gadis asli Jawa kelahiran Blitar (Jawa Timur) ini mendedikasikan hidupnya untuk memajukan budaya Dayak. Ia pun mendukung kegiatan launching Album ”Rijok Kenangan” dengan mengambil banyak bagian pekerjaan terutama menangani dekorasi dan menjadi stage manager. Dalam proses pembuatan album itu sendiri, cewek yang akrab dipanggil Wiwid ini bertindak sebagai wardrobe. Kecuali itu ia juga menggarap cover design sehingga kemasan album ini menjadi sangat cantik. Saat di Kalimantan, ia merasa sungguh-sungguh menjadi orang Dayak. Mungkin ia akan melanjutkan seluruh masa depannya di negeri indah bernama Borneo itu.

HASAN

Pria ganteng lagi macho ini sangat piawai dalam menangani pengambilan gambar-gambar untuk video klip. Pemuda asal Pati (Jawa Tengah) ini sedang mendalami studi di jurusan seni media rekam di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam proyek Album ”Rijok Kenangan”, Hasan memegang kendali sebagai video clip director. Kerja kerasnya yang tanpa mengenal lelah adalah wujud dedikasinya untuk memajukan budaya Dayak. Bahkan ia menghabiskan waktu 8 bulan – di tengah kesibukan kuliahnya – hanya untuk mensukseskan album ini.

FELICITY YOSSY

Felicity Yossi yang akrab dipanggil Bochie adalah seorang gadis asli Kalimantan yang rindu melihat kebudayaan Dayak berkembang maju. Karena itu ia merelakan waktunya untuk mendukung kegiatan launching album ”Rijok Kenangan”. Bochie mempunyai visi besar berkenaan dengan studinya di Yogyakarta. Selulus dari kuliah S-1 ini ia segera akan melanjutkan studi ke tingkat S-2. Semoga dengan bekal ilmu yang tinggi Bochie bisa terus turut memberi kontribusi bagi pelestarian kebudayaan Dayak.

Published in: on September 14, 2009 at 7:44 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://lovedayak.wordpress.com/2009/09/14/m-dayakmania/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: