I. KEBUDAYAAN

Patung DayakSISTEM BUDAYA

Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, system perilaku (tindakan), dan kompleks benda-benda hasil karya manusia yang menjadi milik diri melalui proses belajar. Sistem gagasan menunjuk pada kebudayaan abstrak yang termasuk di dalamnya system kepercayaan, filosofi-filosofi, dan system norma. Kebudayaan Dayak sendiri sarat dengan kepercayaan-kepercayaan tradisional. Sebagai contoh adalah pandangan orang Dayak tentang adat (Widjono, 1998). Menurut mereka, adat Dayak berasal dari para dewa yang diwariskan kepada manusia pada jaman dulu untuk mengatur kehidupan umat manusia di bumi. Jaman dulu itu, menurut orang Dayak Bahau, adalah jaman tuktuna tubu yang digambarkan sebagai langit berang hulau tana barang laping. Para dewa menyuruh manusia untuk menjaga adat secara turun-temurun.

Kebudayaan sebagai system perilaku adalah pola-pola perilaku yang dikendalikan oleh norma-norma yang ada. Hal itu terlihat jelas dari system kontrol social atas semua perilaku orang Dayak. Termasuk di dalamnya terdapat adat besara yang mengatur sanksi bagi para pelanggar norma-norma adat. Kesetaraan antara kaum pria dan kaum wanita dalam kehidupan sehari-hari juga terjadi karena adat Dayak tidak membeda-bedakan masalah tersebut. Sistem genealogis dalam masyarakat Dayak adalah parental, yaitu menarik garis keturunan dari pihak ayah dan ibu sekaligus.

Kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia (budaya materi) juga berkembang. Menurut Widjono (1998), ada beberapa budaya materi yang menonjol disamping Rumah Panjang yang terkenal itu. Peralatan senjata khas Dayak tidak dijumpai di suku-suku lain, yaitu mandau dan sumpit. Yang menjadi semakin unik, mandau dan sarungnya senantiasa diukir khas menurut suku masing-masing. Kerajinan tradisional Dayak juga khas, yaitu anyaman dari rotan. Anyaman tikar dan sejenis keranjang (anjat, kiang, berangka) juga sangat khas. Orang Dayak juga mengembangkan kerajiban tembikar seperti bejana, tempayan, belanga, dan lain-lain sejak ribuan tahun silam. Konon itu merupakan warisan budaya dari Cina Selatan, asal-usul mereka.

Published in: on September 14, 2009 at 7:50 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://lovedayak.wordpress.com/2009/09/14/i-kebudayaan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: