E. KESENIAN

Kostum DayakLAGU DAERAH

Masyarakat Dayak cukup kaya dengan lagu-lagu daerah. Beberapa lagu daerah di antaranya adalah “Burung Egang” (berbahasa Kutai), “Meharit” (berbahasa Kutai), “Sabar’ai-sabar’ai” (Berbahasa Banjar), “Arjat Manik” (berbahasa Berau Benua), “Bebilin” (berbahasa Tidung), “Andang Sigurandang” (berbahasa Tidung), “Badone” (berbahasa Dayak Benuaq), “Ayan Sae”, “Basar Niat” (berbahasa Melayu Berau), “Berampukan” (berbahasa Kutai), “Undur Hudang” (berbahasa Kutai), “Kada Guna Marista” (berbahasa Banjar), “Tajong Samarinda” (berbahasa Kutai), “Citra Niaga” (berbahasa Kutai), “Taman Anggrek Kersik Luwai”, “Sorangan” (berbahasa Banjar), “Sungai Kandilo” (berbahasa Pasir), “Rambai Manguning” (berbahasa Banjar), “Ading Manis” (berbahasa Banjar), dan “Indung-indung” (berbahasa Melayu Berau).

TARI-TARIAN

Sangat menonjol dalam budaya Dayak adalah kesenian tari. Menurut Widjono (1998), tarian dilaksanakan selalu dalam konteks ritual dan seremonial, meskipun ada juga yang sufatnya umum. Dengan demikian tari-tarian Dayak mempunyai makna yang mendalam.

Beberapa tarian itu antara lain Tari Bedewa dari suku Dayak Tidung, Tari Huk Bebalon dari suku Dayak Tidung, Tari Gentar daru suku Dayak Benuaq, Tari Ngerangkaw dari suku Dyaak Benuaq, Tari Kencet dari suku Dayak  Kenyah, Tari Datun dari suku Dayak Kenyah, dan Tari Hudiq dari suku Dayak Bahau.

Beberapa tarian berhubungan dengan kegiatan tanam-menanam. Tari Gantar menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumpuk sedangkan bambu serta biji-bijian di dalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tari Hudoq dilakukan dalam rangka upacara untuk mengusir hama tanaman dan untuk mengharapkan panen yang melimpah. Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang dan daun kelapa sebagai penutup tubuh si penari.

Beberapa tarian lainnya membawa pesan kepahlawanan. Tari Kencet Papatai misalnya, menceritakan seorang pahlawan Dayak yang berperang melawan musuh dengan gagah berani. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat. Kadang-kadang diselingi pekikan si penari. Tari Kencet Lasan sebenarnya juga menyampaikan pesan kepahlawanan. Tarian ini menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang melambangkan keagungan dan kepahlawanan. Dalam menarikan tari ini, si penari benyak melakukan posisi merendah, berjongkok, dan duduk dengan lutut menyentuh lantai.

Published in: on September 14, 2009 at 7:56 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://lovedayak.wordpress.com/2009/09/14/e-kesenian/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: