I LOVE DAYAK
Tentunya bukan hanya saya, Livy Laurens, yang jatuh cinta dengan Kalimantan. Menurut Heine Geldern (1945), bumi Kalimantan telah menarik perhatian para pedagang Cina sejak jaman dinasti Han pada abad pertama Masehi. Bahkan, para pedagang dari Parsi, India, dan Arab juga datang ke Borneo. Mereka tertarik dengan hasil bumi Kalimantan yang menakjubkan seperti madu, damar, rotan, getah perca, borneo tallow, dan gaharu (aquilaria).
Namun, saya bukan seorang pedagang. Saya adalah praktisi seni, entertainer musik populer, dan peminat musik pop etnik. Saya jatuh cinta dengan seni dan kebudayaan Dayak. Meskipun aseli Yogyakarta dan tumbuh dewasa di kota gudeg ini, saya merasa terpanggil untuk turut mengembangkan kebudayaan asli Dayak. Karena itu, saya bersama tim PuneNete yang dinahkodai musisi muda Heriyanto Pemangku telah me-release album “Rijok Kenangan”, sebuah koleksi lagu-lagu etnis Dayak yang diaktualisasi dengan aransemen pop baru yang menyegarkan. Tujuan kami adalah merevitalisasi musik etnis Dayak sekaligus mempromosikan budaya Dayak ke seluruh dunia.
Blog ini adalah apresiasi spesial saya untuk kebudayaan Dayak. Pengalaman saya mengunjungi beberapa kota di Kalimantan, khususnya kota Sendawar untuk me-launching album itu telah menanamkan rasa bangga atas budaya Dayak. Keindahan alam dan keunikan budaya itu mendorong saya untuk ikut melestarikannya.
Melalui blog ini saya pribadi mengajak semua orang, baik yang asli Kalimantan maupun yang dari luar Kalimantan, untuk bersama-sama mengembangkan kebudayaan asli Dayak. Saya juga mengajak semuanya, khususnya yang berminat dengan musik etnik, untuk berkarya bersama bagi reaktualisasi musik etnik Dayak.
PELUNCURAN ALBUM RIJOQ SENDAWAR LARIS
Nama: Livy Laurens, S.S., MA.CE., M.A.
ALBUM “RIJOK KENANGAN”
LAGU DAERAH
PESONA MAHAKAM
KEHIDUPAN KOMUNAL
PUSAT KEBUDAYAAN
SISTEM BUDAYA
MENGELOLA HUTAN